EDISI DIGITAL satirasa.id
Satirasa

Yang dekat kami baca, yang janggal kami tanya.

103 Nasi Kotak Bazar SMAN 4 Luwu Timur, 102 Orang Alami Keluhan, 2 Pelajar Dirujuk ke RSUD

103 Nasi Kotak Bazar SMAN 4 Luwu Timur, 102 Orang Alami Keluhan, 2 Pelajar Dirujuk ke RSUD

Sebanyak 102 orang—99 siswa/siswi dan 3 guru—mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi nasi kotak bazar SMAN 4 Luwu Timur, Desa Maleku, Kecamatan Mangkutana, Senin, 5 Oktober 2026. Dua pelajar dirujuk ke RSUD I La Galigo Wotu. Tidak ada korban meninggal dunia.

Nasi kotak itu dijual Rp15.000 per kotak, dengan lauk ayam suwir. Menurut keterangan wali kelas, kegiatan tersebut digelar untuk menggalang dana persiapan Porseni sekolah. Jumlah kotak yang diproduksi dan beredar tercatat 103 kotak.

Orang yang terdampak tersebar di tiga fasilitas kesehatan: Puskesmas Mangkutana 83 orang, Puskesmas Tomoni Timur 8 orang, dan Puskesmas Tomoni 11 orang. Gejala yang dilaporkan meliputi mual, muntah, sakit perut, pusing, demam, dan diare. Dua pelajar yang dirujuk masih perlu dicocokkan dengan pendataan puskesmas agar tidak dihitung ganda.

Angka itu belum seragam. Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, Helmy Kahar, dalam pemberitaan terpisah menyebut 76 orang dirawat di Puskesmas Mangkutana, 11 orang di Puskesmas Tomoni, dan 9 orang di Puskesmas Tomoni Timur. Beda rinciannya, dan beda totalnya. Satirasa belum dapat memastikan angka mana yang final karena pendataan masih berlangsung.

Kronologi yang dihimpun Satirasa menyebut persiapan dimulai Minggu, 4 Oktober 2026 sekitar pukul 10.00 WITA. Dua pelajar membeli tiga ekor ayam sekitar Rp75.000 per ekor serta beras, wortel, bawang merah, bawang putih, penyedap rasa, dan tomat di pasar wilayah Kecamatan Tomoni. Bumbu diolah di sebuah rumah di Dusun Kebun Rami, Desa Mandiri, Kecamatan Tomoni, lalu dibawa ke rumah lain di Desa Margolembo, Kecamatan Mangkutana untuk dimasak. Pemasakan dilaporkan dimulai sekitar pukul 03.00 WITA dan pengemasan sekitar pukul 05.00 WITA pada Senin dini hari. Makanan mulai dijual di sekolah sekitar pukul 07.00–11.00 WITA, dan keluhan muncul sekitar pukul 12.00 WITA.

Satu keterangan yang perlu didalami: ayam sempat disimpan di kulkas dalam kondisi tidak dibekukan. Waktu, durasi, dan kondisi penyimpanan itu belum dapat dipastikan karena pihak yang menangani langsung belum memberi keterangan lengkap. Polisi telah melakukan olah TKP dan mengambil sampel makanan, tetapi hasil pemeriksaan medis maupun sampel belum tersedia. Karena itu penyebab keluhan belum bisa disimpulkan.

Yang paling perlu dicocokkan justru keterangan soal siapa yang mengerjakan apa. Ada perbedaan penyebutan kelas penyelenggara, nama pembeli bahan, lokasi pembelian bahan, dan lokasi pengolahan. Selama perbedaan itu belum selesai, rangkaian kejadian ini belum bisa ditutup: belum jelas siapa yang membeli, di mana bahan disimpan, dan di rumah mana makanan dimasak.

Sumber

Puluhan Siswa SMAN 4 Luwu Timur Diduga Keracunan, Bupati dan Kapolres Jenguk Korban

Share it :