Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran di Makassar Berujung Ricuh, Mahasiswa Minta Aktor Karhutla Diungkap
Aksi unjuk rasa mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berlangsung serentak di sejumlah kota pada Selasa (20/10/2026). Di Makassar, Sulawesi Selatan, salah satu aksi dari Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) berujung ricuh di pertigaan Jalan Hertasning–Andi Pangerang Pettarani.
Aksi GAM dimulai sekitar pukul 13.30 Wita dan diikuti sekitar 30 orang lebih. Petugas gabungan dari Sat Samapta Polrestabes Makassar dan Satbrimob Polda Sulawesi Selatan mencegat massa yang hendak membakar ban bekas di tengah jalan. Saling dorong dan adu pukul terjadi, lalu lintas sekitar lokasi sempat tersendat.
Ketua GAM Fajar Wasis menyebut karhutla tidak bisa dipandang sebagai persoalan berdiri sendiri. Menurut dia, ada persoalan regulasi, pengawasan, dan penegakan hukum yang perlu dievaluasi. “Ada ketidakberanian aparat penegak hukum untuk menangkap dan mencegah terjadinya oknum yang melakukan pembakaran hutan secara luas dan semena-mena,” ujar Fajar dalam orasinya.
GAM meminta Kapolri tidak berhenti pada penyampaian jumlah laporan polisi yang naik ke tahap penyidikan. Fajar menyinggung pernyataan Kapolri mengenai 98 laporan polisi yang disebut telah naik ke tahap penyidikan. “Yang kami tunggu adalah ketegasan daripada Kapolri untuk mengungkap siapa orangnya, siapa korporasinya, dan siapa-siapa saja yang terlibat di balik kebakaran hutan ini,” tegasnya.
Mahasiswa juga meminta Presiden Prabowo mengevaluasi kabinet. GAM mendesak pencopotan Menteri Kehutanan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta menteri koordinator yang membidangi transisi dan hilirisasi. Mahasiswa Makassar juga menyerukan pencopotan Menteri Kehutanan Raja Juli dan Menteri ESDM Bahlil.
Fajar berharap pemerintah menyelesaikan persoalan karhutla sebelum Presiden Prabowo berkunjung ke Sulawesi Selatan. “Kami berharap dan mengingatkan kepada Prabowo untuk segera menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan lahan ini sebelum menginjakkan kakinya di tanah Sulawesi Selatan,” kata Fajar.
Pada hari yang sama, mahasiswa dari Komite Rakyat Demokratik (Komrad) menggelar unjuk rasa di bawah jembatan layang Makassar. Mereka menyoroti kebijakan Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan penanganan karhutla.
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Awal Chaerudin memantau aksi dari Aula Biru Kantor Ditlantas Polda Sulsel, Jalan A.P. Pettarani, sejak pukul 08.00 Wita hingga sore. Ia didampingi Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana. Polda Sulsel mengerahkan 1.897 personel gabungan untuk mengamankan aksi. Polisi mencatat aksi berlangsung di sekitar 33 hingga 43 titik di wilayah hukum Polrestabes Makassar, dengan belasan hingga sekitar 20 elemen atau kelompok.
Aksi serupa juga berlangsung di Jakarta dan Yogyakarta. Di Jakarta, mahasiswa Universitas Indonesia dijadwalkan menggelar aksi di Tugu Tani pukul 15.00 WIB. Ketua BEM UI Yathalathof Imawan menyebut tuntutan massa antara lain menetapkan karhutla dan banjir sebagai bencana nasional, memulihkan kesehatan warga, serta mengadili dan mencabut izin korporasi yang bertanggung jawab. Di Yogyakarta, ribuan peserta mendatangi kantor DPRD DIY sejak sekitar pukul 12.00 WIB; massa mengkritik penanganan bencana dan menyinggung dugaan korupsi dana siap pakai BNPB yang sedang ditangani KPK.
Sumber
– https://celebes.inews.id/read/724248/demo-dua-tahun-prabowo-gibran-ricuh-di-makassar-mahasiswa-soroti-penanganan-karhutla
– https://www.lantas.info/kapolda-sulsel-monitoring-unjuk-rasa-dua-tahun-prabowo-gibran/
– https://www.kompas.tv/regional/696998/demo-di-makassar-mahasiswa-tuntut-karhutla-ditetapkan-bencana-nasional-hingga-perbaikan-ekonomi
– https://www.cnnindonesia.com/nasional/20261020132913-20-1417469/mahasiswa-demo-20-oktober-serentak-di-jakarta-yogya-dan-makassar
– https://rakyatsulsel.fajar.co.id/2026/10/20/evaluasi-dua-tahun-prabowo-gibran-mahasiswa-makassar-desak-raja-juli-dan-bahlil-dicopot/






