Adik Kepala BNPB Ikut Ditahan KPK, Uang Sitaan OTT Diralat Jadi Rp3,3 Miliar
KPK menahan lima tersangka hasil operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (14/10/2026). Salah satu yang ditahan adalah Bima Setiawan, adik sekaligus Tenaga Ahli Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto.
Penetapan tersangka itu diumumkan setelah KPK mengamankan 14 orang dalam OTT di kantor BNPB pada Selasa (13/10/2026). Selain Sekretaris Utama BNPB Rustian, belasan orang yang diamankan terdiri atas pejabat pembuat komitmen BNPB dan pihak swasta. Rustian tidak ikut ditetapkan sebagai tersangka. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebut hasil ekspose tidak menemukan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Sestama. Rustian diperiksa sebagai saksi dan meninggalkan Gedung Merah Putih KPK pada Rabu pukul 14.50 WIB.
Empat tersangka lain adalah Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB Gabriel Purwaka Sigit, Tenaga Ahli Kepala BNPB Richard Erlangga, serta Syifa Nrika Ghifarin dan Gery Prasetiawan dari pihak swasta. KPK menduga Bima Setiawan terlibat dalam proses penyaluran anggaran yang tidak sesuai ketentuan, terutama yang menggunakan *dana siap pakai*. Richard Erlangga diduga memanfaatkan statusnya untuk mendekati vendor atau penyedia jasa.
KPK menyita uang tunai sekitar Rp3,3 miliar. Jumlah itu memperbarui informasi awal yang menyebut Rp1,4 miliar. Selain uang, penyidik menyita logam mulia ratusan gram dan aset berbentuk kripto. KPK akan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan untuk menelusuri aset kripto tersebut.
Kasus ini berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di BNPB yang anggarannya diduga bersumber dari dana siap pakai penanganan bencana. Setyo Budiyanto menyebut ada indikasi pengondisian dan penyalahgunaan anggaran oleh sejumlah oknum untuk keuntungan pribadi. KPK juga menyegel beberapa ruangan di kantor BNPB. Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengonfirmasi penyegelan itu, tetapi belum merinci ruangan yang disegel.
Kelima tersangka ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK. Penyidikan masih berjalan, termasuk pendalaman aset kripto dan peran para pihak dalam penggunaan dana siap pakai.
Sumber
– https://sumbar.antaranews.com/berita/783045/kpk-tenaga-ahli-kepala-bnpb-diduga-manfaatkan-status-untuk-dekati-vendor
– https://sumbar.antaranews.com/berita/783041/kpk-ungkap-alasan-tidak-tetapkan-sestama-bnpb-sebagai-tersangka
– https://sumbar.antaranews.com/berita/783033/kpk-sita-barang-bukti-uang-sekitar-rp33-miliar-terkait-ott-bnpb
– https://sumbar.antaranews.com/berita/783029/kpk-sebut-adik-kepala-bnpb-jadi-salah-satu-tersangka-ott
– https://sumbar.antaranews.com/berita/783021/sestama-bnpb-rustian-tak-ditahan-usai-ott-kpk
– https://sumbar.antaranews.com/berita/783013/bnpb-akui-ada-beberapa-ruangan-yang-disegel-pasca-ott-oleh-kpk
– https://20.detik.com/detikupdate/20261014-261014065/video-momen-penahanan-5-tersangka-ott-kpk-di-bnpb-ada-adik-kepala-bnpb






