EDISI DIGITAL satirasa.id
Satirasa

Yang dekat kami baca, yang janggal kami tanya.

APBN Sulsel Sudah Terserap 66 Persen, Cabai di Pasar Makassar Rp85 Ribu

APBN Sulsel Sudah Terserap 66 Persen, Cabai di Pasar Makassar Rp85 Ribu

Rabu, 23 September 2026, Sulawesi Selatan mengeluarkan dua angka dari dua forum berbeda. Kanwil DJPb Sulsel merilis realisasi belanja negara Rp36,34 triliun atau 66,05 persen dari pagu Rp55,02 triliun. Pada hari yang sama, TPID Sulsel menggelar operasi pasar di Pasar Terong dan Pasar Pa’baeng-baeng karena harga cabai naik dari Rp50 ribu menjadi Rp85 ribu per kilogram.

Realisasi itu terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp15,88 triliun, sekitar 59,18 persen dari pagu Rp26,83 triliun, dan transfer ke daerah Rp20,46 triliun atau 72,58 persen dari pagu Rp28,19 triliun. Belanja pegawai menyerap Rp8,46 triliun untuk gaji dan tunjangan 108 ribu lebih PNS, TNI, Polri, dosen/guru, dan PPPK. Belanja barang tersalur Rp5,01 triliun di 754 satuan kerja, sementara belanja modal Rp2,39 triliun untuk preservasi jalan dan jembatan.

Di sisi pasar, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel Muhammad Ilyas menyebut kenaikan cabai menjadi perhatian setelah Gubernur Sulsel meminta pemantauan dan intervensi. Harga di tingkat petani berada di kisaran Rp65 ribu–Rp70 ribu per kilogram. Cuaca dan kekeringan menekan produksi, sehingga pasokan berkurang.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Firman Hidayat mengatakan stok masih ada: “Tinggal kita ketemukan antara produsen dan pembeli di sini.” Kepala BPS Sulsel Aryanto menyebut cabai komoditas sangat volatile. Wadir Reskrimsus Polda Sulsel AKBP Dodik Susianto menilai ketersediaan pangan umumnya aman, tetapi kenaikan harga cabai menjadi perhatian.

Satu angka menunjukkan penyerapan anggaran, angka lain menunjukkan harga pangan. Realisasi belanja negara 66,05 persen dan kenaikan harga cabai 70 persen diumumkan pada hari yang sama. Yang pertama disampaikan sebagai capaian, yang kedua sebagai persoalan yang perlu diintervensi.

Belanja pegawai membayar 108 ribu aparatur; operasi pasar digelar setelah cabai menyentuh Rp85 ribu per kilogram. Intervensi datang setelah harga naik, bukan sebelum pasokan menyusut. Pemerintah punya anggaran untuk gaji, barang, dan modal, tetapi untuk cabai pilihannya adalah bertemu di pasar setelah harga melonjak.

TPID dan instansi terkait selanjutnya akan membahas Gerakan Pangan Murah, kerja sama antardaerah, pemantauan distribusi, dan kemungkinan dukungan biaya transportasi bagi pengecer. Sementara itu, harga cabai di pasar masih Rp85 ribu per kilogram, dan belum ada angka baru yang diumumkan.

Sumber: [Belanja negara di Sulsel](https://makassar.antaranews.com/berita/638833/belanja-negara-di-sulsel-hingga-agustus-ini-sebesar-rp3634-triliun), [Operasi pasar di dua pasar tradisional Makassar](https://makassar.antaranews.com/berita/638857/operasi-pasar-di-dua-pasar-tradisional-makassar-untuk-tekan-harga)

Sumber

– https://makassar.antaranews.com/berita/638833/belanja-negara-di-sulsel-hingga-agustus-ini-sebesar-rp3634-triliun

– https://makassar.antaranews.com/berita/638857/operasi-pasar-di-dua-pasar-tradisional-makassar-untuk-tekan-harga

Share it :