Dua Belas Hari Setelah Laporan, Murid SD di Palopo Masih Takut Bersekolah
Seorang murid kelas V sekolah dasar di Kota Palopo belum kembali mengikuti pelajaran hingga 20 September 2026. Menurut [Eksposindo](https://eksposindo.com/2026/09/20/siswa-sd-dugaan-korban-pelecehan-trauma-ke-sekolah-oknum-guru-olahraga-di-palopo-ditarik-ke-dinas/), anak tersebut masih takut bersekolah karena khawatir bertemu guru olahraga yang dilaporkan ibunya kepada polisi.
Laporan itu berkaitan dengan dugaan tindakan tidak senonoh di lingkungan sekolah. Ibu anak tersebut melaporkan guru berinisial AH ke Polres Palopo. Statusnya masih berupa dugaan; laporan polisi tidak dengan sendirinya membuktikan orang yang dilaporkan bersalah.
Hingga 12 hari setelah laporan dibuat, ibu anak mengaku belum menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan atau SP2HP dari Polres Palopo. [Eksposindo](https://eksposindo.com/2026/09/20/12-hari-laporan-dugaan-pelecehan-murid-sd-di-palopo-ibu-korban-mengaku-belum-terima-sp2hp/) mencatat penantian administrasi itu berlangsung ketika dampak terhadap kegiatan belajar anak sudah berjalan setiap hari.
Keterangan mengenai belum diterimanya SP2HP berasal dari ibu anak. Bahan yang tersedia belum merinci tahapan penanganan laporan oleh polisi, pemeriksaan yang telah dilakukan, ataupun tanggapan AH terhadap dugaan tersebut.
Sekolah seharusnya menjadi tempat anak belajar dengan aman. Dalam perkara ini, dugaan kejadian di lingkungan sekolah malah membuat seorang murid menjauh dari ruang belajarnya sementara proses hukum belum menunjukkan perkembangan yang diketahui keluarganya.
Perkembangan berikutnya perlu menjelaskan penanganan laporan, status pihak yang dilaporkan, serta langkah yang memungkinkan anak melanjutkan pendidikan tanpa rasa takut. Kepentingan dan identitas anak tetap harus dilindungi selama perkara berjalan.
Sumber
– https://eksposindo.com/2026/09/20/siswa-sd-dugaan-korban-pelecehan-trauma-ke-sekolah-oknum-guru-olahraga-di-palopo-ditarik-ke-dinas/
– https://eksposindo.com/2026/09/20/12-hari-laporan-dugaan-pelecehan-murid-sd-di-palopo-ibu-korban-mengaku-belum-terima-sp2hp/






