Dua Menteri Teken Sinergi Koperasi-Nelayan, Temuan di Tongke-Tongke: Bahan Bakar Masih Kurang
Dua kementerian menandatangani dokumen sinergi di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). Nota kesepahaman diteken Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantoro. Surat keputusan bersama juga melibatkan Menteri Keuangan dan Kepala BP BUMN, yang menugaskan PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) mengelola dan mengoperasikan KNMP bersama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Ruang lingkup kerja sama terbentang dari pertukaran data dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga percepatan pembentukan koperasi. Dua kementerian juga akan memperkuat usaha, memberdayakan kemitraan, dan mempercepat pengembangan kampung nelayan berbasis koperasi.
Menteri Koperasi menyebut integrasi KDKMP dan KNMP diperlukan untuk memperkuat pengelolaan serta menghindari duplikasi pembangunan fasilitas. Infrastruktur yang sudah ada akan dioptimalkan sebagai pusat kegiatan koperasi. Bagian yang tidak dijelaskan adalah apakah pencegahan duplikasi juga berlaku untuk target dan program yang akan datang.
Dalam rancangan itu, nelayan yang menjadi anggota koperasi mendapat akses pembiayaan dan modal kerja. Hasil tangkapan direncanakan diserap koperasi, dipasarkan melalui jaringan koperasi, atau diolah menjadi produk turunan agar nilai tambahnya naik.
Trenggono membawa janji yang lebih ringkas: ke depan nelayan melaut tidak perlu memikirkan modal. Presiden Prabowo, katanya, selalu memikirkan ekonomi masyarakat paling bawah. Kalimat itu disampaikan pada kunjungan yang juga mencatat satu kebutuhan operasional paling dekat belum terpenuhi: bahan bakar.
Menteri Kelautan dan Perikanan mengakui kendala yang ditemukan antara lain ketersediaan bahan bakar masih kurang. Solusinya, kata dia, akan menjadi perhatian bersama untuk segera diatasi secara jangka panjang. Jadi, urusan modal dijanjikan selesai; urusan bahan bakar yang membuat kapal bisa melaut masih menunggu perhatian jangka panjang.
KKP membangun KNMP di 100 lokasi pada 2025. Dari jumlah itu, 65 di antaranya berstatus uji coba operasional. Program ini ditargetkan menyasar 5.000 desa nelayan pada 2029, dengan pembangunan 2.000 titik tahun depan.
Infrastruktur dikebut: 100 titik dibangun, 65 uji coba operasional, target 5.000 desa pada 2029. Selisih antara titik yang berdiri dan titik yang sudah berjalan belum dijelaskan dalam pengumuman.
Sinjai disebut mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 11 persen, dengan sebagian besar kontribusi dari sektor perikanan. KNMP Tongke-Tongke diharapkan menjadi percontohan sinergi koperasi dan kampung nelayan.
Setelah dokumen diteken, langkah berikutnya adalah menyurvei lokasi pesisir dan pulau kecil untuk memetakan kendala nelayan. Satu kendala sudah tercatat dalam kunjungan: bahan bakar masih kurang. Sinergi antarlembaga sudah di atas kertas; di Tongke-Tongke, kapal tetap membutuhkan bahan bakar untuk sampai ke laut.
Sumber
– https://makassar.antaranews.com/berita/639044/memperkuat-sinergi-koperasi-dan-nelayan-sinjai
– https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260926125216-92-1408471/kkp-gandeng-kemenkop-hingga-bp-bumn-kelola-kampung-nelayan-merah-putih






