FPTI Sebut Final Lead Lompatan Luar Biasa, Atlet Masih Bicara Nervous dan Baca Jalur
Final nomor lead putra Asian Games 2026 di Port Messe Nagoya Exhibition Hall, Nagoya, Sabtu (3/10/2026), menjadi laga penutup cabang panjat tebing. Putra Tri Ramadani finis urutan kelima, Raviandi Ramadhan urutan kedelapan. Indonesia tidak menambah medali dari nomor ini; kontingen tetap mengoleksi 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Podium putra diisi wakil Jepang dan Korea Selatan; laporan Okezone mencatat poin 40, 38+, dan 38 untuk tiga besar, tanpa mencantumkan skor Putra Tri dan Raviandi.
Ketua Umum FPTI Yenny Wahid menyebut capaian empat wakil yang lolos final sebagai “lompatan yang luar biasa”. Tiga sampai empat tahun lalu, kata Yenny, belum ada pemanjat Indonesia yang mencapai final lead Asian Games.
Sukma Lintang Cahyani, finalis putri, memberi catatan yang lebih rendah hati. Ia bersyukur bisa tampil di final Asian Games pertamanya; di Piala Dunia, capaian terbaiknya sebelumnya berhenti di semifinal. Namun, penampilan di final hari ini belum memuaskan: “Tadi belum bisa mengeluarkan semua kemampuan karena mungkin masih nervous, jadi kurang mengatur (ritme dan teknik).”
Alma Ariella Tsany memetakan jarak ke lawan dengan rinci. Lawan di final, katanya, tampak tenang dan mengalir, sudah tahu posisi istirahat dan clipping, serta membaca jalur panjat dengan tertata. Alma menilai faktor pengalaman menentukan, karena lawan yang dihadapi lebih berpengalaman dan berada di jajaran elit dunia. Posisi istirahat dan clipping yang disebut Alma adalah komponen teknis yang bisa dilatih; pengalaman hanya salah satu faktornya.
Yenny menambahkan bahwa perbaikan memang butuh waktu dan jam terbang lebih banyak. Kalimat itu memberi arah jangka panjang, tetapi evaluasi paling tajam untuk lomba hari ini justru datang dari atlet: ritme, teknik, dan ketenangan belum semuanya terpakai.
Sukma berharap final ini menjadi modal pengalaman agar bisa tampil lebih baik. Ia menyebut persaingan fase awal sudah sulit, sehingga mencapai final tetap bernilai.
Yang dibawa pulang dari Nagoya bukan daftar posisi semata, melainkan daftar kerja yang spesifik: mengatur ritme, memperbaiki teknik, dan membaca jalur seperti lawan yang lebih tenang.
Sumber
– https://sports.okezone.com/read/2026/10/03/43/3245797/hasil-final-panjat-tebing-putra-di-asian-games-2026-2-wakil-indonesia-tanpa-medali
– https://asiangames.antaranews.com/berita/5770089/fpti-apresiasi-penampilan-atletnya-tembus-final-lead-asian-games-2026
– https://asiangames.antaranews.com/berita/5770085/final-panjat-tebing-jadi-pembuktian-sukma-dan-alma-di-asian-games






