MAKASSAR — Hujan deras perdana mengguyur hampir merata Kota Makassar pada Selasa sore, 27 Oktober 2026, sekitar pukul 16.40 WITA dan berakhir sekitar pukul 18.00 WITA. Pada malam yang sama, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai petir untuk delapan kecamatan di Sulawesi Selatan.
Menurut laporan ANTARA, hampir delapan bulan terakhir Kota Makassar tidak pernah diguyur hujan akibat El Nino. Warga memanfaatkan hujan ini untuk mencuci terpal warung atau toko yang penuh debu. Sejumlah got meluap dan menimbulkan aroma tak sedap.
Ketua Tim Bidang Meteorologi BBMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, menjelaskan hujan lebat yang mengguyur Kota Makassar dan sebagian Maros dipicu proses konveksi yang kuat di sekitar Makassar sehingga menumbuhkan awan hujan. Menurutnya, Kota Makassar belum memasuki musim hujan, meskipun hujan diprediksi turun dalam beberapa hari ke depan. Awal musim hujan di Kota Makassar diperkirakan terjadi pada awal Desember.
Beberapa hari sebelumnya, hujan juga mengguyur Malino, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa. Prakirawan BBMKG Makassar, Farid, mencatat Malino mulai diguyur hujan ringan pada 17 Oktober 2026. "Ada hujan sangat ringan di tanggal 17 lalu, dan hari ini yang lumayan lebat," kata Farid.
Peringatan dini BMKG untuk Sulawesi Selatan berlaku pada Selasa malam pukul 22.30 hingga 01.30 WIB dengan kategori sedang. Delapan kecamatan yang masuk peringatan adalah Baebunta, Malangke, Malangke Barat, Mappedeceng, Sukamaju, Telluwanua, Tomoni Timur, dan Wotu. Warga di wilayah itu diimbau meningkatkan kewaspadaan. Potensi dampaknya meliputi jarak pandang berkurang, angin kencang, dan banjir lokal. Warga sebaiknya mengamankan barang di luar rumah dan membatasi perjalanan bila hujan turun deras. Saat petir menyambar, hindari berteduh di bawah pohon besar, tiang listrik, maupun papan reklame.
Suhu Kota Makassar pada hari yang sama diprakirakan 26–32°C dengan kondisi cerah berawan. Pertemuan udara panas siang hari dan kelembapan tinggi memicu pertumbuhan awan hujan menjelang sore dan malam. Dalam prospek BMKG periode 23–25 Oktober 2026, Sulawesi Selatan termasuk daerah yang dominan cerah berawan hingga hujan ringan. Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat juga diprediksi mengalami peningkatan hujan intensitas sedang, sedangkan angin kencang berpotensi melanda Sulawesi Selatan. BMKG mengingatkan peringatan dini merupakan prakiraan jangka pendek atau nowcast yang dapat diperbarui sewaktu-waktu.
Baca juga:
Sumber
– sulsel.pojoksatu.id/makassar/bmkg-beri-penjelasan-terkait…
– databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/8e7f71ab4a924…
– makassar.antaranews.com/berita/641571/alhamdulillah-kota-…






