Houthi Klaim “Sukses”, Arab Saudi Cegat Enam Rudal, Harga Minyak Naik ke Atas $106
Menurut Al Jazeera, harga minyak mentah Brent naik lebih dari 3 persen pada Kamis (25/9) setelah kelompok Houthi Yaman mengklaim menyerang fasilitas Aramco di Yanbu dan “target sensitif” di Riyadh. Brent berakhir di atas $106,50 per barel, setelah sempat melewati $108.
Houthi menyatakan kedua operasi “mencapai tujuannya dengan sukses” lewat kantor berita yang dikelola kelompok itu, Yemen News Agency. Di sisi lain, koalisi pimpinan Arab Saudi menyebut enam rudal balistik berhasil dicegat sebelum sempat mencapai kerajaan.
Ada jarak yang menarik antara kata “sukses” dan “dicegat”. Enam rudal disebut berhasil dihadang, tetapi harga minyak tetap naik. Kerusakan dan korban belum dikonfirmasi pemerintah Saudi. Harga bergerak bukan karena fasilitas terbukti rusak, melainkan karena ketakutan fasilitas bisa rusak.
Brent berada di $105,77 pada Jumat pagi waktu Asia, masih di atas level sebelum serangan. Analis KCM Trade Tim Waterer menyebut harga tetap tinggi karena rute dan fasilitas pasokan masih rentan. June Goh dari Sparta Commodities memperkirakan minyak bertahan di atas $100 selama perang dengan Iran berlanjut.
Pernyataan “rentan” itu bukan analisis kosong; ia sudah berbentuk harga. Ketika analis menyebut ada bias kenaikan selama de-eskalasi belum terbukti, pasar sedang menerjemahkan ketidakpastian menjadi angka. Padahal, Arab Saudi belum menyebut ada kerusakan apa pun; yang tersedia baru klaim dan cegatan.
Kenaikan harga terjadi saat AS dan Iran mencoba menghidupkan kembali perundingan di sela Sidang Umum PBB. Presiden Iran Masoud Pezeshkian berharap Washington kembali ke nota kesepahaman penghentian perang yang kedaluwarsa Agustus, sebelum pemilu paruh waktu AS November.
Upaya diplomatik itu “memberikan penyeimbang”, kata Waterer, tetapi belum cukup untuk menurunkan harga. Jadi dua proses berjalan bersamaan: diplomasi mencari kesepakatan, sementara harga sudah menagih risiko lebih dulu. Konsumen yang ingin tahu kapan harga bensin turun mendapat jawaban berupa Brent $105,77.
Aramco, yang memasok sekitar 10 persen kebutuhan minyak dunia, belum menanggapi permintaan konfirmasi di luar jam kerja. Pemerintah Saudi juga belum memastikan ada tidaknya kerusakan atau korban.
Hingga laporan ini ditulis, yang bisa diverifikasi publik baru tiga hal: klaim serangan, enam rudal dicegat, dan harga yang naik. Kerusakan, korban, dan definisi “sukses” versi Houthi belum masuk daftar itu.
Sumber
– https://www.aljazeera.com/economy/2026/9/25/oil-prices-jump-after-yemens-houthis-claim-attacks-on-saudi-facilities?traffic_source=rss






