Kapolri Baru dari BNN, Uji Kelayakan 22 Menit, Sehari Selesai
Kompas menyebutnya "Proses Cepat Pergantian Kepala Polri". Presiden Prabowo Subianto mengirim surpres pada Rabu (30/9/2026). Kamis (1/10/2026) siang, Komjen Suyudi Ario Seto sudah menandatangani jabatan sebagai Kapolri ke-26 menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Seluruh formalitas di DPR dan Istana tuntas dalam satu hari.
Koran edisi Jumat (2/10/2026) itu memetakan rentetan waktunya. Pukul 09.10 Komisi III DPR membuka rapat dengar pendapat. Suyudi masuk ruang rapat pukul 09.18. Pemaparan visi, misi, dan program dimulai pukul 09.21. Pukul 09.44 Ketua Komisi III Habiburokhman mengetuk palu tanda komisi menyetujui — Suyudi menjawab "Alhamdulillah". Uji kelayakan dan kepatutan itu, dihitung dari mulai pemaparan sampai ketukan palu, berlangsung sekitar 22 menit, dan tidak ada sesi pendalaman.
Dari komisi, keputusan mengalir ke paripurna. Rapat dibuka pukul 10.05. Habiburokhman memaparkan hasil uji kelayakan pukul 10.11. Pukul 10.16 Ketua DPR Puan Maharani mengetuk palu persetujuan atas usulan Presiden. Berkas kemudian dikirim ke Istana. Pukul 14.45 Presiden melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri di Istana Negara.
Suyudi lahir di Jakarta, 14 Juli 1973, lulusan Akademi Kepolisian 1994. Kariernya dimulai dari Brimob — perwira pertama Pusat Brigade Mobil pada 1995, komandan peleton setahun kemudian, lalu perwira intelijen Sat Brimob Polda Jawa Barat pada 1998. Setelah itu ia meniti jalur kewilayahan dan reserse: Kapolsek Metro Pasar Minggu (2005), Kapolres Majalengka (2014), Kapolres Bogor (2015), Kapolres Metro Jakarta Pusat (2017), Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (2019), Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim (2020), Wakapolda Metro Jaya (2023), dan Kapolda Banten (2024).
Jalurnya menuju puncak lewat lembaga non-Polri. Pada 25 Agustus 2025 Prabowo melantiknya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional menggantikan Marthinus Hukom, dengan Keputusan Presiden Nomor 118/TPA Tahun 2025. Dua bulan kemudian ia naik pangkat menjadi Komjen. Hanya 13 bulan setelah memimpin BNN, ia menerima tongkat komando Polri.
Dalam uji kelayakan, Suyudi membawakan doktrin "Polisi Bersama Masyarakat". Kompas menyebut kelancaran proses itu menunjukkan harmoni politik antara eksekutif dan legislatif. Yang tidak ada dalam catatan hari itu: daftar pertanyaan mendalam dari Komisi III. Sekali palu diketuk, tidak ada yang tersisa untuk diperdebatkan.
Sumber
– Kompas, edisi Jumat 2 Oktober 2026, halaman Politik&Hukum ("Proses Cepat Pergantian Kepala Polri")
– https://rri.co.id/nasional/2779845/profil-suyudi-ario-seto-perjalanan-panjang-menuju-jabatan-kapolri
– https://journalistindependent.com/2026/10/01/komisi-iii-setujui-suyudi-jadi-calon-kapolri-hasilnya-dibawa-ke-paripurna/
– https://www.topik.id/profil-suyudi-ario-seto-ini-jejak-kariernya-dari-brimob-kapolda-banten-hingga-kepala-bnn
– https://nasional.kompas.com/read/2026/10/01/10331551/proses-kilat-suyudi-menuju-kursi-kapolri-tanpa-pendalaman-dpr-langsung
– https://jakarta.tribunnews.com/news/443651/proses-komjen-suyudi-jadi-kapolri-ri-30-september-prabowo-kirim-surpres-1-oktober-resmi-dilantik






