Pelepasan kontingen Kota Parepare menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 berlangsung di Auditorium BJ Habibie, Kamis malam (5/11/2026), tanpa kehadiran Wali Kota Tasming Hamid dan Wakil Wali Kota Hermanto. Prosesi dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Parepare, Rustan Asta, yang menyerahkan bendera pataka kepada Ketua Kontingen Parepare, Mardiah, yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Parepare.
Rustan menjelaskan, Wali Kota Tasming Hamid tidak dapat hadir karena memiliki agenda bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Dalam Negeri di tingkat provinsi. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Rustan, Wali Kota berharap ketidakhadirannya tidak mengurangi semangat atlet untuk bertanding dan mengharumkan nama daerah.
Pada kesempatan itu, sejumlah atlet yang hadir tidak mengenakan seragam resmi kontingen. Mereka tampak menggunakan kaos biasa atau pakaian dari cabang olahraga masing-masing. Sementara itu, seragam kontingen terlihat dikenakan sejumlah pejabat dan pengurus yang hadir, di antaranya Ketua Kontingen Mardiah, Ketua KONI Parepare Fadly Agoes Mante, serta Wakil Ketua DPRD Parepare Suyuti. Penyerahan seragam secara simbolis hanya dilakukan kepada dua atlet perwakilan putra dan putri.
Ofisial cabang olahraga pencak silat, Andi Azwar, menyebut fasilitas yang diterima kontingen kali ini jauh berbeda dibandingkan Porprov sebelumnya. Pada pelaksanaan terdahulu, menurut dia, kebutuhan perlengkapan atlet tersedia lebih lengkap. Ia menilai dukungan untuk kontingen kali ini jauh lebih terbatas.
Ketua KONI Parepare, Fadly Agoes Mante, sebelumnya mengungkapkan keterlambatan anggaran membuat sejumlah cabang olahraga harus memakai dana talangan dari pengurus masing-masing untuk memberangkatkan atlet. Keterbatasan pembiayaan itu disebut berdampak pada intensitas latihan atlet menjelang pertandingan. Dalam rapat persiapan kontingen Rabu (4/11/2026), Fadly menyebut persoalan pencairan anggaran berkaitan dengan mekanisme administrasi di dinas terkait. Anggaran Porprov tahun ini melekat sebagai kegiatan dinas, bukan disalurkan melalui hibah kepada KONI. KONI mendorong cabang olahraga memaksimalkan dana hibah sebesar Rp1,5 juta per cabang olahraga sembari mengupayakan dana talangan.
Baca juga:
Sumber
– beritasulsel.com/baca/wali-kota-dan-wawali-absen-atlet-pa…






