EDISI DIGITAL satirasa.id
Satirasa

Yang dekat kami baca, yang janggal kami tanya.

Pemilih Sulsel Bertambah 30.471, Dominasi Pemilih Pemula Tidak Dirinci

Pemilih Sulsel Bertambah 30.471, Dominasi Pemilih Pemula Tidak Dirinci

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan merilis hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) triwulan III 2026. Jumlah pemilih tercatat 7.044.182 orang, naik 30.471 orang atau 0,43 persen dari triwulan II yang sebanyak 7.013.711. Rapat pleno terbuka yang mengumumkan angka itu berlangsung di Aula Kantor KPU Sulsel, Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Kamis (1/10/2026), dan salinannya dirilis media pada Jumat (2/10/2026).

Dari total itu, 3.430.322 pemilih laki-laki dan 3.613.860 pemilih perempuan. Tambahan 30.471 terbagi menjadi 16.134 laki-laki dan 14.337 perempuan. Presisinya sampai satuan orang, tetapi satu angka yang tidak ikut diumumkan adalah jumlah pemilih pemula yang disebut mendominasi penambahan.

Perubahan jumlah itu berasal dari pemilih baru, perubahan elemen data pemilih, perpindahan domisili, serta pemilih yang masuk kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Jajaran KPU kabupaten/kota melakukan pencermatan dengan menyesuaikan data administrasi kependudukan dan masukan dari instansi terkait.

Kota Makassar tercatat memiliki pemilih terbanyak, 1.087.730 orang, disusul Kabupaten Bone 626.014 dan Kabupaten Gowa 607.766. Wilayah dengan pemilih paling sedikit adalah Kepulauan Selayar 107.095, Kota Parepare 115.870, dan Kota Palopo 132.425. Rilis tidak memperlihatkan per wilayah berapa pemilih yang pindah domisili atau dinyatakan TMS, sehingga selisih besar-kecilnya belum bisa dibaca sebagai gambaran mutu data.

Kenaikan terbesar terjadi di Kabupaten Gowa 4.576 pemilih, Kota Makassar 4.017, Kabupaten Maros 3.293, Kabupaten Bone 2.875, dan Kabupaten Luwu Timur 2.509. Menurut KPU, rata-rata penambahan itu berasal dari pemilih pemula. Namun, rata-rata tersebut tidak dijabarkan menjadi jumlah riil atau persentase per wilayah.

Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Sulsel Romy Harminto menuturkan, saran perbaikan dari Bawaslu dan pemangku kepentingan ditindaklanjuti selama didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia menyebut PDPB sebagai upaya menjaga data pemilih tetap komprehensif, akurat, dan mutakhir, dengan partisipasi masyarakat sebagai bagian penting.

Klaim itu baru bisa diuji ketika data pendukungnya ikut tersedia. Yang sudah tampil masih berupa angka total, sebaran antarwilayah, dan lima daerah dengan penambahan terbanyak; jumlah pemilih pemula serta pemilih yang dikeluarkan dari daftar belum diberikan.

Sumber

– https://makassar.antaranews.com/berita/639417/pemilih-di-sulsel-bertambah-menjadi-7044182-orang

Share it :