Polda Sumsel Tetapkan Direktur Operasional PT RAS Tersangka Karhutla, 15 Korporasi Lain Masih Disidik
Polda Sumatera Selatan menetapkan Direktur Operasional PT RAS berinisial FS sebagai tersangka dan masih menyidik 15 korporasi lain dalam penanganan perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap di Sumsel. Kapolda Sumsel Irjen Rony Samtana menyampaikan status itu kepada wartawan pada 15 Oktober 2026.
Menurut Rony, PT RAS menjadi perhatian penyidik karena kebakaran berulang di wilayah konsesinya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). "Dari 16 korporasi tersebut, satu korporasi yakni PT RAS, terjadi kebakaran secara berulang hingga akhirnya direktur operasionalnya ditetapkan sebagai tersangka. Dan untuk 15 lainnya masih dalam tahap penyidikan," kata Rony.
Perusahaan yang masuk daftar penanganan perkara adalah PT RAS, PT SGN, PT S, PT LPI, PT V, PT KS, PT BAP, PT PSM, PT BMI, PT BMH, PT PPLS, PT BSS, PT BML, PT BA, PT CT, dan PT BNUP. Polda Sumsel mencatat estimasi luas area konsesi hak guna usaha (HGU) atau izin usaha perkebunan (IUP) yang telah dipasangi garis polisi pada area yang berkaitan dengan penyidikan.
Penyidik menerapkan pendekatan scientific crime investigation dengan melibatkan saksi ahli di bidang ilmu tanah dan forensik lingkungan hidup, termasuk ahli kerusakan tanah dari IPB University.
Menteri Hukum Supratman, dalam keterangan terpisah, menyatakan pemerintah akan bekerja maksimal menangani karhutla. Ia menyebut karhutla sebagai masalah bersama setelah Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026). "Saya rasa ini masalah kita bersama dan pemerintah pasti akan bekerja maksimal untuk melakukan itu ya," ujarnya.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya menyampaikan pemerintah mengerahkan 60.177 personel gabungan untuk pemadaman jalur darat. Personel itu terdiri atas petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, dinas kehutanan daerah, serta relawan. Operasi udara juga dilakukan dengan helikopter dan pesawat untuk water bombing ke lokasi kebakaran.
Menurut Teddy, rata-rata lebih dari 80 persen luas lahan yang baru terbakar setiap hari berhasil ditangani lewat operasi darat. Pemerintah juga mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan. Situasi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan disebut menunjukkan perkembangan lebih baik. Saat ini kebakaran masih berlangsung di lahan seluas total 639 hektare yang tersebar di enam provinsi, terutama di Kalimantan dan Sumatera.
Pemerintah memperkirakan awal musim hujan mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026. Status tersangka FS merupakan langkah penyidikan; asas praduga tak bersalah tetap berlaku.
Sumber
– https://www.jpnn.com/news/direktur-operasional-pt-ras-tersangka-ini-daftar-16-perusahaan-diusut-polda-sumsel-soal-karhutla
– https://www.viva.co.id/berita/nasional/1936191-menkum-tegaskan-pemerintah-maksimalkan-penanganan-karhutla






