EDISI DIGITAL satirasa.id
Satirasa

Yang dekat kami baca, yang janggal kami tanya.

Produksi Gabah Luwu Timur Turun 2.500 Ton, Langkah Pemkab Belum Dirinci

Produksi Gabah Luwu Timur Turun 2.500 Ton, Langkah Pemkab Belum Dirinci

Produksi gabah pada musim panen perdana 2026 di Luwu Timur turun sekitar 2.500 ton setelah kemarau panjang bertepatan dengan musim tanam. Dinas Pertanian Luwu Timur mengaitkan penurunan itu dengan berkurangnya pasokan air irigasi ke lahan petani.

Kepala Bidang Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Luwu Timur, Rahmatullah, mengatakan sekitar 400 hingga 500 hektare sawah tidak memperoleh pasokan air. Kondisi tersebut dilaporkan terjadi di Mahalona Raya, Towuti, Wasuponda, Desa Manurung, Pongkeru, serta sebagian Laskap di Kecamatan Malili.

Angka 2.500 ton memperlihatkan bahwa kemarau tidak berhenti sebagai catatan cuaca. Ratusan hektare sawah bahkan tidak ditanami karena air tidak tersedia, sehingga kehilangan produksi sudah dimulai sebelum gabah sempat tumbuh.

Menurut [Bilik Fakta](https://bilikfakta.id/dampak-elnino-produksi-gabah-di-luwu-timur-anjlok-hingga-2-500-ton/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dampak-elnino-produksi-gabah-di-luwu-timur-anjlok-hingga-2-500-ton), penurunan tersebut dinilai belum memengaruhi kebutuhan beras masyarakat Luwu Timur. Namun, laporan itu tidak menyertakan angka produksi normal, kebutuhan konsumsi, ataupun cadangan beras sebagai pembanding. Klaim pasokan masih mencukupi karena itu belum dapat dinilai lebih jauh dari data yang dipublikasikan.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga disebut telah mengambil langkah pencegahan. Jenis tindakan, wilayah sasaran, jadwal pelaksanaan, dan dukungan bagi petani belum dijelaskan. Upaya pemerintah sudah disebut ada, tetapi bentuknya belum terlihat dalam informasi yang tersedia.

Laporan tersebut juga belum menerangkan kondisi jaringan irigasi, perkiraan lama kekeringan, maupun peluang petani kembali menanam pada musim berikutnya. Tanpa rincian itu, belum jelas apakah kehilangan 2.500 ton merupakan dampak yang berhenti pada panen perdana atau dapat berlanjut.

Nilai kerugian petani dan jumlah rumah tangga tani yang terdampak juga belum disebutkan. Data lanjutan mengenai pemulihan pasokan air serta langkah konkret pemerintah diperlukan untuk menilai dampak kemarau di luar angka produksi gabah.

Sumber

– https://bilikfakta.id/dampak-elnino-produksi-gabah-di-luwu-timur-anjlok-hingga-2-500-ton/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dampak-elnino-produksi-gabah-di-luwu-timur-anjlok-hingga-2-500-ton

Share it :