Rudianto Lallo Sebut Sulsel dan Makassar Pasar Narkoba Internasional, Minta Bandar Diberantas
Rudianto Lallo menilai peredaran narkoba di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, sudah berada pada kondisi darurat. Pernyataan itu ia sampaikan dalam sarasehan yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan bersama mitra Komisi III DPR di Makassar, Sabtu (24/10/2026).
Menurut legislator Partai NasDem itu, penanganan narkoba perlu mendapat atensi serius karena menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai pemutusan jaringan narkoba internasional merupakan salah satu langkah penting untuk menekan peredaran narkotika. “Yang paling penting saya kira adalah bagaimana memutus sindikat jaringan narkoba internasional. Yang kita tahu semua, Sulawesi Selatan ini adalah pasarnya, Makassar ini adalah pasarnya,” ujarnya.
Rudianto Lallo juga menekankan pentingnya pemetaan pintu masuk narkoba ke Sulawesi Selatan. Upaya itu, kata dia, perlu dibarengi kolaborasi lintas sektor untuk mengungkap jaringan bandar, termasuk menelusuri dugaan pengendalian peredaran narkotika dari dalam lembaga pemasyarakatan.
“Nah, di mana pintu masuknya? Ini kan yang harus kita, Pak Jenderal, Pak Agung, bagaimana kemudian dipetakan agar bandar-bandar narkoba di Sulawesi Selatan ini bisa diberantas. Ya tentu kita butuhkan kolaborasi, informasi dari berbagai sektor yang ada,” ujarnya.
Sumber
– https://news.detik.com/berita/d-8721666/rudianto-lallo-sebut-sulsel-darurat-narkoba-minta-polisi-bnn-berantas-bandar






