EDISI DIGITAL satirasa.id
Satirasa

Yang dekat kami baca, yang janggal kami tanya.

Target PLTS 100 GW, Potensi yang Terpetakan INDEF Baru 8–13 GW

Target PLTS 100 GW, Potensi yang Terpetakan INDEF Baru 8–13 GW

Pemerintah meresmikan Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Energi di Jakarta pada Kamis 1/10/2026. Salah satu agenda yang langsung disebut perlu dipacu adalah pengembangan PLTS dengan target 100 gigawatt peak (GWp).

Kajian INDEF Green Transition Initiative bersama Systemiq memetakan 8 kawasan prioritas yang berpotensi menyerap listrik bersih 24–31 terawatt-hour per tahun. Jumlah itu setara kapasitas PLTS sekitar 8–13 GW, atau 8 hingga 13 persen dari target nasional.

Dengan angka itu, target 100 GWp masih menyisakan 87–92 GW yang belum terlihat wujudnya dalam kajian tersebut. Angka besarnya sudah ditetapkan; lokasi dan skemanya baru sebagian kecil yang terpetakan.

Direktur INDEF GTI Imaduddin Abdullah menyebut pembentukan kemenko ini sebagai peluang besar untuk mempercepat transisi energi dan hilirisasi. Namun ia menambahkan, realisasi potensi 8–13 GW itu masih bergantung pada kesiapan jaringan listrik, ketersediaan lahan, dan skema pembiayaan.

Menurut Imaduddin, kementerian baru harus punya target, tenggat waktu, dan mekanisme koordinasi yang jelas. Prioritas yang wajib disiapkan antara lain pengadaan listrik energi terbarukan, kepastian akses jaringan, kesiapan lahan, serta skema investasi. Daftar itu terdengar seperti pekerjaan rumah yang sama, kini ditempatkan di bawah satu atap baru.

Dari sisi koordinasi, Bahlil Lahadalia memimpin kemenko tersebut sambil tetap menjabat Menteri ESDM. Ekonom Universitas Muhammadiyah Surabaya Fatkur Huda menilai posisi itu bisa mempertemukan kebijakan pertambangan, energi, hilirisasi, dan investasi dalam satu koordinasi yang lebih terpadu.

Fatkur juga mencatat realisasi investasi hilirisasi semester I 2026 mencapai Rp300,1 triliun, sekitar 29,7 persen dari total investasi nasional. Kebutuhan energinya, kata dia, harus dirancang sejak awal agar industri tidak menghadapi persoalan pasokan di kemudian hari.

Jika rancangan itu serius, angka Rp300,1 triliun perlu bertemu dengan peta jaringan dan lokasi PLTS yang jelas. Kajian INDEF baru menyodorkan 8 kawasan prioritas; target yang harus dikejar tetap 100 GWp. Selisih 87–92 GW tidak otomatis hilang hanya karena kementerian baru diresmikan.

Imaduddin juga mendorong mekanisme eskalasi untuk menyelesaikan proyek strategis nasional yang tertahan akibat benturan kewenangan. Tanpa mekanisme itu, peresmian kemenko bisa berhenti sebagai penanda awal, sementara daftar hambatannya masih sama.

Sumber

– https://kumparan.com/kumparanbisnis/indef-soroti-tantangan-kemenko-hilirisasi-dan-energi-kejar-target-plts-100-gw-28ItSAkZ2G4

– https://ekonomi.republika.co.id/berita/tmc11u522/mandat-bahlil-diperluas-akademisi-soroti-pentingnya-sinkronisasi-hilirisasi-dan-energi

Share it :