EDISI DIGITAL satirasa.id
Satirasa

Yang dekat kami baca, yang janggal kami tanya.

Data BPS: Penduduk Miskin Luwu Timur Turun 610 Jiwa, Garis Kemiskinan Naik 12,47 Persen

Penduduk miskin di Kabupaten Luwu Timur berkurang 610 jiwa sepanjang Maret 2025 sampai Maret 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Luwu Timur mencatat jumlahnya turun dari 18,55 ribu jiwa menjadi 17,94 ribu jiwa, sementara garis kemiskinan naik 12,47 persen menjadi Rp528.095 per kapita per bulan.

Secara persentase, penduduk miskin Luwu Timur turun dari 5,79 persen menjadi 5,52 persen, atau 0,27 poin. Kepala BPS Luwu Timur Abdullah Pannu menyebut angka itu menempatkan daerahnya di peringkat kelima dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dengan persentase penduduk miskin paling rendah. "Capaian ini menempatkan Luwu Timur pada posisi ke-5 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dengan persentase penduduk miskin paling rendah. Ini hasil kerja keras bersama," ujar Abdullah.

Rata-rata Sulawesi Selatan tercatat 7,24 persen. Empat daerah yang berada di bawah Luwu Timur adalah Kota Makassar 4,24 persen, Kota Parepare 4,34 persen, Sidenreng Rappang 4,65 persen, dan Wajo 5,31 persen.

BPS menjelaskan garis kemiskinan dan angka kemiskinan adalah dua indikator yang berbeda. Garis kemiskinan adalah batas pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar. Penduduk dikategorikan miskin apabila rata-rata pengeluaran per kapita per bulan berada di bawah garis itu. Karena itu, kenaikan garis kemiskinan tidak otomatis membuat jumlah penduduk miskin bertambah.

Garis kemiskinan Luwu Timur naik dari Rp469.563 menjadi Rp528.095 per kapita per bulan. Namun, dalam periode yang sama, jumlah penduduk yang berada di bawah garis justru turun sekitar 610 jiwa. Garis tersebut dihitung dari kebutuhan makanan setara 2.100 kilokalori per kapita per hari serta kebutuhan bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Dalam rentang 2019–2026, persentase penduduk miskin Luwu Timur cenderung menurun, meski sempat naik pada 2021 dan 2023. Pada 2019 tercatat 6,98 persen atau sekitar 20,83 ribu jiwa. Angka itu turun menjadi 6,85 persen pada 2020, lalu naik ke 6,94 persen pada 2021 dan 6,93 persen pada 2023, sebelum mencapai 5,52 persen pada Maret 2026.

Baca juga:

Sumber

– saokareba.id/data-bps-luwu-timur-peringkat-kelima-angka-k…

– bilikfakta.id/luwu-timur-masuk-5-besar-terendah-kemiskina…

– luwuraya.com/kemiskinan-luwu-timur-turun-garis-kemiskinan…

Share it :