Pemilu Israel pada Selasa (27/10/2026) berakhir tanpa pemenang jelas menurut hitung cepat sejumlah lembaga penyiaran. Blok Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan blok lawannya, Gadi Eisenkot, sama-sama diproyeksikan belum mencapai 61 kursi untuk mayoritas di Knesset yang beranggotakan 120 orang.
Survei keluar Kan 11 dan Channel 13 menunjukkan perolehan kedua blok seimbang. Channel 12 menempatkan kubu Likud pimpinan Netanyahu sedikit unggul atas Eisenkot seiring bertambahnya hasil hitung cepat. Tidak ada lembaga yang memberi salah satu blok 61 kursi.
Netanyahu berbicara kepada pendukung Likud di Yerusalem setelah pukul 03.00 waktu setempat. Ia menyerukan pembentukan pemerintahan sayap kanan yang kuat dan menyebut Israel punya peluang historis bersama Presiden Trump untuk menghilangkan ancaman Iran.
Eisenkot, pemimpin Partai Yashar dan mantan kepala militer, berbicara kepada pendukungnya di Tel Aviv. Ia menilai publik Israel telah memilih menolak Netanyahu sebagai perdana menteri. Menurut Eisenkot, pemimpin yang layak akan menerima ketidakpercayaan rakyat dan mengumumkan pensiun.
Komite Pemilihan Umum Israel mencatat angka partisipasi 77,7 persen. Angka itu tertinggi dalam lebih dari dua dasawarsa dan sekitar 7 poin persentase lebih tinggi daripada pemilu 2022. Pemilu ini menjadi pemilu pertama sejak serangan pimpinan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan perang-perang berikutnya di Gaza, Lebanon, dan Iran.
Partai-partai agama sayap kanan pimpinan Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich diproyeksikan memperoleh total 13 kursi di dalam blok Netanyahu. Partai-partai Arab di luar dua blok utama dapat memegang keseimbangan kekuasaan, tetapi Eisenkot nyaris menutup kemungkinan membentuk pemerintahan bersama mereka. Hal itu mempersulit jalannya menuju kekuasaan.
Hasil akhir bisa memakan waktu beberapa hari. Sistem politik Israel yang terfragmentasi membuat partai kecil dapat menjadi penentu dalam negosiasi koalisi yang bisa berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Jika tidak ada blok yang mampu membentuk pemerintahan, pemilu ulang mungkin harus digelar, meskipun Eisenkot menolak opsi itu.
Akun X Netanyahu juga menjadi sorotan pada hari pemungutan suara. Sejumlah unggahan berisi foto dan video yang oleh pakar misinformasi diduga dibuat dengan kecerdasan buatan, termasuk gambar pemimpin tertinggi Iran terbaring di ranjang rumah sakit dan foto antrean pemilih Arab. Achiya Schatz, pendiri Fake Reporter, menyebut unggahan itu bagian dari kampanye ketakutan tentang masa depan Israel dan pemilih Arab. NBC News menyatakan tidak dapat memverifikasi foto tersebut. Schatz menilai Netanyahu sedang menyiapkan narasi kecurangan sebelum hasil resmi keluar.
Warga Lebanon dan Suriah memperkirakan tidak akan ada perubahan besar dalam kebijakan Israel setelah pemilu ini, di tengah kekhawatiran atas berlanjutnya aktivitas militer Israel dan risiko konflik baru.
Baca juga:
Sumber
– nbcnews.com/world/israel/live-blog/israel-election-live-u…
– channelnewsasia.com/world/israel-election-netanyahu-eisen…
– aljazeera.com/video/newsfeed/2026/10/27/aje-onl-nf_lebane…






