EDISI DIGITAL satirasa.id
Satirasa

Yang dekat kami baca, yang janggal kami tanya.

Pemilu Israel Tanpa Pemenang Jelas, Netanyahu dan Eisenkot Sama-sama Klaim Mandat

Pemungutan suara parlemen Israel, Knesset, pada Selasa (27/10/2026) tidak menghasilkan blok yang mencapai 61 dari 120 kursi. Menurut proyeksi media lokal yang dikutip Audacy, kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu—Likud dan partai sekutunya—diproyeksikan meraih 53 kursi. Kubu mantan kepala militer Gadi Eisenkot—Yashar dan sekutunya—diproyeksikan meraih 48 kursi. Partai-partai yang dipimpin warga Arab diproyeksikan meraih 19 kursi.

Partai-partai Arab mencatat perolehan hampir 15 persen suara, capaian historis bagi kelompok tersebut. Namun, karena tidak ada blok yang mencapai 61 kursi, proses pembentukan koalisi tetap terbuka. Netanyahu dan Eisenkot sama-sama mengklaim mandat membentuk pemerintahan, menurut pemberitaan Kumparan.

Likud menyebut pemilu telah dicuri oleh partai-partai Arab dan meminta otoritas Israel menyelidiki. Partai itu menuding terjadi pelanggaran pidana serius yang melibatkan penyuapan, ancaman, kekerasan, pemalsuan, dan penggunaan perangkat lunak terlarang untuk memobilisasi pemilih. Tidak ada bukti spesifik yang disertakan dalam pernyataan tersebut.

Pada Senin (26/10/2026) malam, polisi Israel menahan tiga orang atas dugaan politik uang untuk Partai Raam, yang juga dikenal sebagai United Arab List. Polisi menyita uang tunai lebih dari 24.000 NIS beserta amplop-amplop berisi uang. Menurut pernyataan kepolisian, salah satu amplop ditandai nama, sementara amplop lain bertuliskan hadiah dari gerakan Islam.

Panitia Pemilihan Pusat menyatakan sedang memeriksa laporan Likud sebagaimana laporan partai lain tentang integritas pemilu. Pelaksana tugas direktur jenderal panitia, Dean Livne, menyebut jumlah laporan dugaan kejanggalan justru jauh lebih rendah dibanding pemilu-pemilu sebelumnya.

Pemimpin Raam, Mansour Abbas, membantah tudingan itu. "Benjamin Netanyahu berbohong dan memfitnah United Arab List. Ia menggunakan ini sebagai taktik menakut-nakuti guna memobilisasi pemilih sayap kanan agar datang ke TPS," kata Abbas. Partai Yashar menuduh Netanyahu mencoba menciptakan alasan untuk menggugat hasil pemilu.

Presiden Isaac Herzog akan menerima hasil resmi pekan depan, lalu memulai konsultasi dengan setiap fraksi. Herzog menekankan pentingnya menghindari pemilu putaran lain. Presiden biasanya memilih pemimpin partai dengan suara terbanyak untuk membentuk pemerintahan, tetapi tidak wajib melakukannya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai Netanyahu berada dalam kondisi cukup baik, tetapi mengaku belum memikirkan keterlibatan dalam proses pembentukan pemerintahan. Hasil akhir pemilu Israel diperkirakan keluar pada akhir pekan.

Baca juga:

Sumber

– kumparan.com/kumparannews/netanyahu-dan-eisenkot-sama-sam…

– audacy.com/knss/news/world/israel-elections-netanyahu-eis…

– cnnindonesia.com/internasional/20261028105345-124-1420470…

– bbc.co.uk/news/videos/cm79p5pxqey2o

– cnnindonesia.com/internasional/20261028091959-120-1420421…

Share it :